Negara Yang Memiliki Tingkat Kasus Covid-19 Yang Sudah Menurun



Dengan adanya wabah virus Corona ini banyak negara menerapkan sistem lockdown yang mana memberhentikan semua kegiatan yang ada di negara tersebut sampai waktu yang tidak di tentukan, ini semua dilakukan agar tidak adanya penyebaran virus corona. Awal mulanya virus ini muncul yaitu dari kota Wuhan dan dari situ menyebarlah ke negara-negara lain dan melumpuhkan semua kegiatan yang berdampak pada sektor ekonomi, transportasi, wisata dan lainnya yang ada di negara tersebut. Sudah hampir setengah bulan virus corona juga belum hilang dan masyarakat masih di hantui dengan virus ini, bahkan ada disuatu negara yang memakai sistem penjagaan yang ketat yang mana masyarakat sekitar betul-betul tidak di bolehkan keluar rumah kecuali ada suatu hal yang sangat penting.

Sebagian negara ada yang sudah mulai melonggarkan sistem lockdown ini dan mereka memutuskan untuk tetap berkegiatan dengan normal, dikarenakan jumlah pasien positif maupun ODP dan PDP telah mengalami penurunan. Namun ada sebagian tokoh masyarakat yang menyayangkan hal ini karena dengan melonggarkan sistem lockdown maka dapat memicu gelombang kedua wabah virus Corona ini. Maka dari itu sebagian negara yang sudah melonggarkan sistem ini tetap harus memakai masker kemana-mana dan selalu jaga jarak, selain itu bagi orang tua di harapkan untuk tidak keluar rumah jika tidak terlalu penting karena virus ini sangat cepat menyebar ke orang yang sudah lanjut usia. Negara-negara yang sudah mulai melonggarkan sistem ini adalah:

1. Malaysia 

Di negara ini mereka akan melonggarkan lockdown mulai tanggl 04 mei 2020 yang mana semua jenis kegiatan bisnis di operasikan baik semua sektor terutama sektor ekonomi yang mana dengan dioperasikan kegiatan bisnis maka aka menyelematkan perekonomian negara. Namun meski sudah dilakukan pelonggaran tetap saja ada sejumlah batasan yang masih berlaku. Disana pun sekolah-sekolah juga masih pada libur dan perjalanan anatar negara juga masih di larang. Pemerintah Malaysia pun mengizinkan warganya untuk melakukan sholat di mesjid untuk menggelar sholat jumat, akad nikah atau idul fitri. Jadi di Malaysia sudah di perbolehkan untuk berkegiatan seperti semula dan melaksanakan ibadah sesuai dengan kepercayaannya. 
2. India 

Di India mulai melonggarkan sistem lockdown pada tanggal 25 April yang mana membuat semua pedagang bahagia, tetapi dengan syarat mengizinkan toko-toko kecil saja yang dapat beroperasi sedangkan toko-toko yang ada di pasar bahkan di mall masih di tutup. Memang di India sangat ketat petugas menjaga warganya tetapi dengan begitu tingkat persentasi yang ada di India pun bisa menurun.

3. Arab Saudi 

Di negara ini juga melonggarkan sistem lockdown yang mana pada tanggal 30 april 2020 telah mengizinkan orang yang masuk dan keluar tetapi dengan syarat dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Mall dan pusat berbelanja lainnya juga sudah bisa untuk didatangi asal masih selalu menjaga jarak anatr satu sama lain.

4. Australia

Dengan menurunnya kasus corona di australia maka pemerintah mengambil keputusan untuk melonggarkan lockdown pada akhir april. Dengan di bukanya sistem ini maka di harapkan bisa membuat perekonomian yang ada di australia kembali menjadi normal dan lebih baik lagi .

5. Nigeria 

Di negara ini juga memberikan kelonggaran terhadap masyarakatnya yang mana sudah di perbolehkan untuk membeli makanan dan olahraga. Selain itu juga bank dapat beroperasi dari pukul 08.00-14.00 tetapi untuk pembelajaran di sekolah tetap liburkan.

6. Jerman 
Negara ini juga mengambil pelonggaran sistem lockdown secara bertahap yang mana mulai mengizinkan beberapa toko kecil untuk beroperasi dan akan di buka sekolah- sekolah pada tanggal 4 mei. Tetapi dengan di longgarkannya sistem lockdown negara ini juga tetap melarang masyarakatnya untuk berkumpul

7. Swiss 
Negara Swiss juga melakukannya dengan bertahap yaitu dengan membuka pelayanan personal seperti salon kecantikan, pangkas rambut dan profesi lainnya,yang kedua adalah mulai di bukanya sekolah-sekolah yang ada disana dan langkah ke tiga yaitu kembalinya aktifitas di sejumlah tempat umum seperti restaurant. 
8. Denmark
 
Negara Denmark juga akan melakukan ini untuk anak yang sedang bersekolah agar anak tersebut tetap turun sekolah lagian anak kecil biasanya memiliki daya tubuh yang bagus di bandingkan orang dewasa. Tetapi untuk tempat umum seperti tempat ibadah, mall, bioskop hingga pusat perbelanjaan masih di tutup.

ini semua dilakukan agar sistem perekonomian di setiap negara membaik dan lagi pula jumlah pasien yang terpapar virus corona pun sudah bisa di tanggapi dan membuat tingkat persentasi menjadi menurun. Kenapa bisa negara tersebut tingkat persentasi yang terpapar Covid-19 bisa menurun ini disebabkan karena masyarakat sekitar mau mengikuti aturan yang ada dan juga masyarakat di negara-negara tersebut pun sadar bagaimana beratnya tugas seorang dokter dan perawat dirumah sakit pada saat ini.

Masyarakat Indonesia sangat menginginkan hal tersebut agar semua kegiatan bisa berlangsung dengan sebaik mungkin dan kembali normal tetapi masyarakatnya sendiri yang tidak mau mengikuti aturan yang di berikan dari pemerintah dan masih kurangnya kesadaran yang di miliki oleh setiap orang bahwa begitu bahaya nya jika virus tersebut berada dalam tubuh.

Di Indonesia pun tidak menerapkan sistem lockdown tetapi sistem PSBB yang mana cara nay hampir sama dengan lockdown meski tidak seketat sistem lockdown tetapi dengan di berlakukannya PSBB ini pun juga sudah banyak membantu untuk menahan angka persentasi yang terkena. Selain itu juga dengan di berlakukannya PSBB ini pun ada nilai positif dan negatif yang di dapat oleh masyarakat. Meski begitu dengan penerapan PSBB ini di harapkan agar semua masyarakat Indonesia lebih bisa menjaga diri, lebih peka dengan situasi yang ada dan selalu mengikuti aturan yang di perintahkan. Selain itu juga pemerintah dalam menjalankan sistem PSBB ini harus tegas dan serius agar masyarakat bisa mematuhi peraturan tersebut karena masih banyak kejadian di suatu daerah yang ada di Indonesia yang mana mereka tidak mengikuti aturan tersebut seperti asyik berbelanja di pusat perbelanjaan dengan keadaan yang saling dekat-dekatan padahal di Indonesia sendiri pun sudah di anjurkan untuk sosial destancing. Ini yang membuat sebagian masyarakat merasa kecawa dengan sistem ini karena petugas bisa kecolongan seperti ini. Ini semua karena tidak adanya kepedulian terhadap keadaan dan hanya mementingan dirinya sendiri.

Maka dari itu selalu jaga kesehatan, jaga jarak, jaga kebersihan, jika sakit langsung berobat agar tidak berkepanjangan, selalu minum vitamin dan selalu sabar dengan adanya situasi seperti ini. Selain itu juga harus selalu berdoa agar selalu di lindungi oleh Sang Pencipta dan juga jangan suka melanggar peraturan yang ada. Agar tingkat persentasi yang terpapar Covid-19 bisa berkurang dan bisa beraktifitas dengan normal lagi.

Tidak ada komentar