Media Belajar Bisa Menjadi Toxic

       Memang benar media belajar menjadi sarana saat pembelajaran. Tanpa media belajar yang mendukung, proses belajar akan terhambat. Media pembelajaran dapat dikatakan sebagai alat bantu pembelajaran, yaitu segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan seseorang sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini masih cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang digunakan untuk tujuan pembelajaran. Pembahasan kali ini, kita ulas mengenai media belajar berupa HP. Kondisi pandemi seperti sekarang membuat semua orang harus belajar online dari rumah. Media belajarnya ya HP atau komputer.



        Namun tanpa disadari penggunaan HP sebagai media belajar bisa menjadi toxic positivity jika tak digunakan dengan bijak. Salah satu contoh yang termasuk toxic positivity adalah kalimat-kalimat yang bertujuan memotivasi, mendukung atau menyemangati seseorang. Dengan adanya media belajar berupa HP, kamu akan bisa mendapat berbagai informasi bersamaan dengan saat kamu belajar yang bisa mengganggu konsentrasimu. Ketika kamu diharuskan belajar bahasa inggris melalui media belajar online yang diakses di HP misalnya, kamu bisa saja selingi dengan membuka chat personal atau grup, bahkan bisa membuka media sosial. Kamu merasa dengan berkomunikasi dengan mereka bisa membuatmu nyaman dan seolah berjumpa teman teman didalam kelas. Sebenarnya membangun mood juga sangat penting dan bersifat positif. Namun, tidak tepat jika mengesampingkan belajar yaa.. Dikarenakan kamu merasa lebih enjoy ketika komunikasi dengan teman-temanmu di chat dibanding belajar, kamu akan teralihkan dan terus menerus membuka chat. Artinya kamu telah masuk dalam toxic positivity.

Kalimat-kalimat positif yang kamu peroleh dalam chat tidak lagi berdampak positif pada dirimu. Lama-kelamaan konsentrasi dalam belajar akan terpecah dan kamu kesulitan mengikuti proses belajar. Ini yang membuat media belajar berubah menjadi toxic. Jadi berhati-hatilah dalam menggunakan media belajar ya guys, be succes!

Tidak ada komentar